Jumat, 06 Maret 2020

Pencegahan dan Dampak Banjir


A. Penyebab banjir

Perlu kita ketahui bersama bahwasannya banjir merupakan sesuatu yang sangat mengerikan dan juga tidak ada yang menginginkannya datang. Maka dari itulah kita perlu mengetahui kira- kira apa yang menyebabkan banjir datang sehingga kita bisa menghindarinya sedini mungkin. Kira- kira, inilah beberapa penyebab banjir:

1. Membuang sampah sembarangan

Kemungkinan yng dapat terjadi dari penyebab banjir adalah orang- orang membuang sampah sembarangan atau tidak pada tempatnya. Hal ini mungkin sudah selalu digembor- gemborkan daru duku bahwa sampah dapat menyebabkan banjir. Sampah- sampah yang berserakan di tanah apabila hujan lebat turun maka banyak dari sampah- samah tersebut akan terbawa oleh air dan pada akhirnya akan menghambat kerja saluran air.


2. Saluran air mampet

Seperti berkaitan dengan alasan sebelumnya, bahwasannya sampah terkadang membuat saluran air menjadi mampet. Namun pada intinya permasalahn terletak pada saluran yang mampet itu sendiri. apabila saluran air mampet maka aliran air menjadi tidak lancar. Hal ini apabila terjadi hujan (baca: proses terjadinya hujan) yang lebat bahkan dalam jangka waktu lama maka akan dapat menimbulkan banjr. Oleh karena itulah kita harus rajin membersihkan saluran air agar terbebas dari yang namanya banjir.

3. Hujan deras dan berkepanjangan

Hujan (baca: hujan es) deras yang berkepanjangan dapat menjadi perkara alami penyebab banjir. Pasalnya jika saluran air atau sungai sudah penuh maka air ini dapat melap dan menjadi banjir.

4. Tidak adanya resapan air

Jika saluran air yang mampet dapat menimbulkan banjir, mak kita bisa membayangkan jika kita tidak mempunyai resapan air.


Itulah beberapa penyebab yang dapat menimbulkan banjir. Dianta keempat faktor, yang merupakan faktor dari alam adalah hujan deras secar terus menerus.

B. Pencegahan Banjir

Banjir merupakan wujud bencana alam yang sangat merugikan bagi banyak pihak. Tidak saja bagi manusia namu juga makhluk hidup lain seperti binatang dan juga tumbuhan sangat dirugikan dengan adanya banjir. Ya, karena jumlpah air yang ada di sekitar kita terlalu berlebih sehingga bisa merendam apa saja. Banjir di Indonesia hampir selalu terjadi di setiap tahunnya. Dan banjir ini bisa terjadi tidak karena faktor alami saja, namun juga terkadang ada kesalahan manusia. Maka dari itulah kita sebagai manusia harusnya bisa mencegah agar banjir ini tidak terjadi.


Ada beberapa upaya pencegahan yang bisa dilakukan manusia untuk mencegah terjadinya banjir atau meminimalisasi terjadinya banjir. Beberapa upaya yang dapat dilakukan manusia untuk mencegah terjadinya banjir antara lain sebagai berikut:

1. Membuang sampah pada tempatnya

Cara yang paling mudah dan sederhana yang bisa kita lakukan sebagai upaya pencegahan banjir adalah membuang sampah pada tempatnya. Meskipun cara ini tergolong berperan sedikit namun apabila dilakukan oleh banyak orang dan dilakukan secara konsisten maka akan mendatangkan perubahan yang begitu besar. Bayangkan saja jika orang di satu kota membuang sampah (baca: pemanfaatan sampah dan limbah) dengan tertib selama satu bulan maka kota tersebut akan menjadi sangat bersih dan terbebas dari tumpukan sampah. Perlu kita ketahui bahwasannya sampah yang dibuang sembarangan merupakan salah satu pemicu terjadinya banjir. Hal ini karena sampah yang berserakan di jalan suatu saat akan terbawa air hujan dan akhirnya bermuara di saluran air atau di sungai. Ketika sudah berada di saluran air atau sungai maka sampah itu pun akan menutupi lubang air dan pada akhirnya menimbulkan banjir. Selain membuang sampah dengan tepat, pengolahan sampah yang tepat juga diperlukan. Perlu adanya pemilahan antara sampah organik dan non organik. Sampah organik bisa dimanfaatkan dengan merubahnya menjadi pupuk kompos, sementara sampah non organik bisa didaur ulang.

2. Membuat saluran air yang baik

Adanya saluran air yang baik juga sangat menunjang upaya pencegahan banjir. Untuk mencegah terjadinya banjir diperlukan adanya sistem irigasi hingga pembuangan akhir yang jelas. Saluran air yang kita miliki jangan sampai berakhir pada sebuah sungai mati atau sungai (baca: manfaat sungai) yang tidak mengalir, karena pada akhirnya dapat meluber. Saluran air yang baik akan bermuara ke sungai besar yang pada akhirnya akan bermuaran di laut. Saluran air yang baik lainnya bisa berupa terowongan saluran air bawah tanah yang akan menjamin semua air hujan yang turun akan dibawa ke laut. Sayangnya, belum cukup banyak negara yang menerapkan sistem ini karena selain membutuhkan biaya yang mahal juga membutuhkan rancangan infrastuktur yang matang. Negara yang telah lama menerapkan sistem ini salah satunya adalah Jepang.


4. Rajin membersihkan saluran air

Untuk mencegah banjir, apaya yang bisa kita lakukan adalah rajin membersihkan saluran air. Saluran air merupakan hal yang sangat penting untuk mencegah terjadinya banjir. Saluran air yang baik akan mampu mengalirkan air hingga bermuara ke laut (baca: macam-macam laut) sehingga ketika hujan lebat turun air yang ada dipermukaan tidak akan meluap kemana- mana melainkan akan mengalirkan air ke laut. Namun hal ini tidak akan terjadi apabila saluran air kotor. Saluran air yang kotor tidak akan mengalirkan air ke laut secara lancar, namun hal ini justru akan membendung air dan menjadikannya meluap ke daratan. Misalnya ada sampah yang menutup saluran air, maka air tidak akan mapu melewati saluran air yang tertutup sampah tersebut. Dan permasalahan saluran air yang kotor ini merupakan salah satu hal yang kebanyakan menjadi sumber penyebab banjir yang terjadi di kota- kota besar di Indonesia.

5. Menanam pohon di sekitar rumah

Banjir dapat dicegah salah satunya denga cara menanam pepohonan di lingkungan sekitar. Kita bisa mulai dengan di sekitar rumah kita. Meski hanya satu dua pohon yang dapat kita tanam, namun jika banyak orang yang melakukan ini maka pohon- pohon baru akan banyak sekali tumbuh. Pepohonan mempunyai peranan yang sangat besar untuk mencegah timbulnya banjir. Akar- akar pohon dapat menyerap dan menyimpan air serta mengunci di dalamnya. Dengan demikian ketika hujan lebat turun, air- air di permukaan akan terserap ke dalam tanah dan menyimpannya sehingga tidak akan terjadi banjir. Selain tidak akan menimbulkan banjir, akar- akar pohon ini akan memberikan cadangan airnya ketika musim kemarau (baca: pembagian musim di Indonesia) tiba sehingga masyarakat masih bisa mendapatkan air. Untuk jenis pohon yang paling baik menyerap air adalah pohon yang mempunyai batang besar. Jenis pohon seperti ini tidak hanya menyerap air dalam jumlah banyak namun juga mampu menyimpannya secara kuat.

6. Mendirikan bangunan atau konstruksi pencegah banjir

Upaya pencegahan banjir selanjutnya adalah membangun bangunan atau konstruksi pencegah banjir. Selain dapat mencegah terjadinya banjir, bangunan seperti ini juga dapat difungsikan untuk hal- hal lainnya. Terutama hal untuk hal- hal yang membantu pekerjaan manusia. Salah satu bangunan ini dalam bentuk bendungan (baca: bendungan terbesar di dunia). Bendungan mempunyai bentuk seperti kolam raksasa. Bendungan mampu menampung air dalam jumlah yang sangat besar. Keberadaan bendungan tidak hanya mampu mencegah terjadinya banjir, namun juga dapat digunakan untuk pengairan/ irigasi, tempat memancing, budidaya binatang ataupun tumbuhan air, serta pembangkit listrik. Bendungan dengan tembok besar memang dirancang untuk mencegah air meluap ke daerah- daerah yang ada di sekitarnya.

7. Pendalaman sungai

Pendalaman sungai merupakan salah satu upaya untuk mencegah banjir. Sungai (baca: ekosistem sungai) merupakan saluran air terbesar yang ada di daratan dan menghubungkan air menuju ke laut. Sungai mempunyai kedudukan yang sangat vital. Tidak hanya permasalahan sampah, namun kebanyakan kasus banjir yang ada di Indonesia terjadi karena ceteknya sungai. Sebelumnya sungai- sungai mampu mengalirkan sejumlah air yang banyak dalam sesuatu massa, namun karena ceteknya sungai maka debit air yang mampu dialirkan berkurang sangat banyak. Ceteknya sungai dapat terjadi karena pengendapan dan juga pembuangan bahan- bahan buangan. Dengan ceteknya sungai ini, maka langkah yang paling tepat adalah melakukan pendalaman sungai. Pendalaman sungai dilakukan dengan mengeruk lumpur dan juga kotoran yang terdapat di dasar sungai. Apabila proses pendalaman ini dilakukan maka sungai tidak hanya mampu mengalirkan banyak debit air, namun juga menampung dan mengalirkan air hujan dalam jumlah banyak.

8. Membuat lubang biopori

Membuat lubang biopori juga merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya banjir. Lubang serapan biopori merupakan teknologi yang tepat guna dan juga ramah lingkungan untuk dapat mengatasi banjir. Lubang biopori dapat mengatasi banjir dengan cara meningkatkan daya resapan air, mengibah sampah organik menjadi kompos, dan juga mengurangi emisi gas rumah kaca. Selain itu lubang biopori juga bekerja dengan cara memanfaatkan peran aktivitas fauna tanah dan juga akar tanaman, mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh genangan air seperti penyakit demam berdarah dan juga malaria. Untuk membuat lubang biopori kita bisa melakukannya secara mudah. Kita cukup membuat lubang di tanah dengan menggunakan bor tanah. Lubang yang kita buat mempunyai diameter 10 cm dan panjangnya kira- kira 100 cm. apabila kita membuat banyak lubang biopori, maka resiko kita terkena banjir akan semakin kecil.

9. Melestarikan hutan (baca: cara melestarikan hutan)

Hutan merupakan paru- paru dunia. Dikatakan sebagai paru- paru dunia karena hutan terdiri atas banyak pohon. Kita tehu bahwa pepohonan dapat menghasilkan oksigen ketika melakukan fotosintesis di siang hari. Dengan demikian, kita akan selalu segar pada siang hari ketika berada di bawah pohon. Hal ini bisa terbayangkan apabila hutan mempunyai banyak pohon yang tumbuh subur, maka berapa oksigen yang bisa dihasilkan setiap harinya? Selain berfungsi untuk menghasilkan oksigen, pepohonan pada hutan juga sangat berfungsi untuk menyerap air dan juga menguncinya di dalam akar. Hutan yang lebat dan mempunyai pohon banyak serta subur akan sangat membantu untuk mencegah terjadinya banjir. Hutan dapat berfungsi sebagai bunga karang atau sponge dengan menyerap air hujan dan mengalir dengan perlahan- lahan ke anak sungai. Hutan juga bertindak sebagai filter dalam menentukan kebersihan da kejernihan air. Hutan mampu menyerap air hingga 20%. Kemudian air hujan ini dibebaskan kembali ke atmosfir dan kondensasi. Cara ini cukup ampuh untuk mengurangi jumlah air hujan yang turun ke bumi.

10. Membuat sumur resapan

Sumur resapan merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya banjir. Yang dinamakan sumur resapan adalah sarana untuk penampungan air hujan dan meresapkannya ke dalam tanah. Sumur resapan akan sangat membantu menyerap air hujan ke dalam tanah dan kembali lagi ke siklus air yang semestinya sehingga tidak mengalami penggenangan di permukaan yang nantinya akan menyebabkan terjadinya banjir. Pembuatan sumur resapan ini bisa dengan menggali tanah hingga tanag berpasir atau maksimal dua meter di bawah permukaan air tanah. Sumur resapan merupakan halah satu metode yang ampuh untuk mencegah terjadinya banjir.

11. Menggunakan paving stone untuk jalan

Upaya selanjutnya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya banjir adalah pemasangan paving sebagai bahan pembuat jalan. Maksudnya kita tidak menggunakan aspal, namun paving. Mengapa paving? Karena paving terdiri atas kotak- kotak dan antara satu paving dan paving lainnya terdapat celah yang dapat dilewati air untuk dapat meresap ke dalam tanah. Ketika air meresap ke dalam tanah melalui celah- celah paving maka terjadinya banjir dapat dicegah. Di negara Amerika Serikat, telah diuncurkan jalan yang menggunakan photocatalytic cement yakni cara oaving terbaru. Jalan ini mengandung partikel nano yang terbuat dari titanium dioksida. Dengan partikel ini maka jalan tersebut mampu memakan asap dan juga menghapus gas nitrogen oksida dari udara. Selain itu lebih dari 60 persen sisa konstruksi dapat didaur ulang.

12. Pengadaan green open space

Pengadaan green open space atau kawasan terbuka hijau juga kita lakukan sebagai upaya pencegahan terhadap banjir. Hal ini mirip dengan pelestarian hutan dalam fungsinya (baca: manfaat hutan), dimana pepohonan yang akan berperan utama. Namun peran dari green open space dengan hutan sendiri sangat berbeda. Green open space lebih berada di sekitar masyarakat dalam menjalani aktivitasnya sehari- hari. Dengan adanya kawasan terbuka hijau maka banyak masyarakat akan lebih senang menghabiskan waktu mreka di bawah pohon tanpa harus menjelajah hutan.

C. Dampak Banjir
Banjir menimbulkan kerugian secara material dan non material. Selain mengganggu aktifitas masyarakat juga menimbulkan masalah kesehatan. Banjir ini seharusnya menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak, baik masyarakat maupun pemerintah karena dampak yang ditimbulkannya sangat merugikan para korban, seperti:

1. Kesulitan air bersih
Keterbatasan air bersih pasti ditemukan dalam kondisi banjir begini, baik untuk minum atau untuk kebutuhan sehari-hari lainnya. Air isi ulang sangat dibutuhkan untuk air minum dan mandi.

2. Menimbulkan kerugian ekonomi
Banjir mengakibatkan kerusakan rumah dan isi barang dalam rumah, bahkan kehilangan barang-barang berharga lainnya. Selain itu, para korban juga akan sulit untuk bekerja selama banjir terjadi. Musibah ini menimbulkan kerugian kepada masyarakat korban dari sisi ekonomi. Untuk beberapa daerah yang terdampak besar terhadap banjir ini akan berdampak juga kepada penghambatan laju perputaran roda ekonomi suatu daerah karena masyarakat setempat sangat bergantung dengan hasil alam di daerah tersebut.

3. Menimbulkan masalah kesehatan
Air kotor, kekurangan air bersih, dan banyaknya genangan air sudah dipastikan menimbulkan masalah kesehatan. Dan berikutnya akan menimbulkan penyebaran wabah penyakit. Penyakit yang timbul pada kawasan yang terkena banjir ini rentan menyerang anak-anak dan kaum lanjut usia. Hal ini terjadi karena Perilaku Hidup Sehat dan Bersih (PHBS) tidak dilaksanakan dengan baik dan benar seperti melakukan cuci tangan setelah kontak dengan air banjir (khususnya sebelum makan), tidak membiarkan anak-anak bermain dengan air banjir dan mainan yang sudah terkontaminasi air banjir. Di Indonesia, penyakit demam berdarah adalah penyakit yang paling diwaspadai ketika musim hujan tiba atau pasca banjir. Sementara untuk penyakit yang disebabkan oleh binatang pengerat, leptospirosis merupakan penyakit yang paling banyak ditemui. Bakteri leptospira banyak ditemukan pada tikus. Penyebaran pada manusia terjadi bila urine tikus yang mengandung leptospira mengkontaminasi air dan makanan serta mengenai kulit manusia.

4. Melumpuhkan aktifitas masyarakat
Banjir yang cukup besar dapat menenggelamkan rumah penduduk dan mengharuskan masyarakat korban untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Pakaian seadanya dan tidak adanya tempat tinggal membuat masyarakat menjadi sulit untuk melakukan aktifitas seperti biasa. Bencana banjir juga membuat kesulitan dalam akses dan transportasi. Selain itu dapat merusak fasilitas sosial dan fasilitas umum yang dapat membantu kegiatan pemenuhan kebutuhan masyarakat sehari-hari.

5. Menimbulkan korban jiwa
Korban jiwa juga dapat ditemukan dalam kondisi bencana banjir. Baik karena terseret arus banjir atau karena luapan air yang tidak dapat diprediksi. Sangat memungkinkan hal itu terjadi jika banjir yang terjadi menimbulkan kerusakan permukiman masyarakat dan lingkungannya. Selain itu, korban jiwa juga berasal dari korban banjir yang terkena penyakit seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Namun, tidak sedikit juga korban jiwa ini terjadi karena penggunaan listrik atau peralatan elektronik di rumah yang sedang kebanjiran atau terkena sengatan listrik yang berasal dari tiang listrik yang tidak dipadamkan sebelumnya oleh PLN.

Sumber :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright (c) 2010 Peduli Kesehatan Itu PENTING. Design by WPThemes Expert
Themes By Buy My Themes And Cheap Conveyancing.